Pencarian

NHM Peduli Lepas 74 Anak Halmahera Utara dari Stunting, 21 Masih Didampingi

Jumat, 25 September 2026 • 10:22:01 WIB
NHM Peduli Lepas 74 Anak Halmahera Utara dari Stunting, 21 Masih Didampingi
Petugas kesehatan memeriksa anak dan balita dalam program penanganan stunting NHM Peduli di Halmahera Utara.

KALIMANTAN BARAT — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mencatat 74 dari 95 anak dan balita penerima program penanganan stunting di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil keluar dari kategori stunting. Perusahaan tambang emas itu melanjutkan pemeriksaan kesehatan di lima kecamatan sekitar wilayah operasi untuk menuntaskan 21 anak yang masih butuh pendampingan. Program NHM Peduli menyasar Kao Barat, Kao Utara, Kao, Malifut, dan Kao Teluk.

Paragraf pembuka: Pemeriksaan lanjutan menyasar 29 anak dan balita yang tersebar di lima kecamatan. Mereka terdiri atas 20 anak yang sudah terdata dalam intervensi tahap pertama dan kedua, empat anak tambahan yang ditemukan memiliki kelainan, serta lima anak berkategori stunting yang diperiksa atas permintaan masyarakat. Dokter spesialis anak dilibatkan untuk mengidentifikasi penyakit bawaan, faktor genetik, dan gangguan kesehatan lain yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

Empat Anak dengan Penyakit Bawaan dan Faktor Genetik

Dari 21 anak yang belum lepas dari kategori stunting, empat di antaranya memiliki penyakit bawaan dan faktor genetik yang memengaruhi pertumbuhan. Kondisi itu membuat pendampingan tidak bisa diseragamkan dengan anak lain.

Ketua Program Stunting NHM Peduli Munir Radjabessy mengatakan skrining dilakukan agar setiap anak mendapat penanganan sesuai kondisinya. "Kegiatan skrining ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko stunting pada anak dan balita, sehingga mereka dapat memperoleh intervensi yang tepat dan efektif untuk mencegah maupun menanggulanginya," kata Munir dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat, 25 September.

Pemeriksaan lanjutan ini merujuk pada hasil analisis Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terhadap intervensi gizi yang sudah dijalankan NHM Peduli.

Dua Tahap Intervensi, Capaian Rata-Rata 80 Persen

Program penanganan stunting NHM Peduli berjalan bertahap. Tahap pertama digelar 24 April 2026, disusul tahap kedua pada 11–13 Agustus 2026. Pemeriksaan masih akan berlanjut ke tahap ketiga.

Evaluasi internal NHM Peduli mencatat capaian rata-rata sekitar 80 persen dari intervensi tahap pertama dan kedua. Dari 95 anak yang sebelumnya masuk kategori stunting, 74 anak telah keluar dari kategori tersebut.

Anak-anak yang masih mengalami stunting akan terus mendapat pendampingan sesuai kondisi kesehatan masing-masing. NHM Peduli juga melanjutkan dukungan bagi keluarga dalam penanganan dan pencegahan stunting, terutama bagi anak yang membutuhkan perhatian medis khusus.

Wilayah Tambang Jadi Basis Program

Lima kecamatan yang menjadi sasaran program merupakan wilayah sekitar operasi tambang NHM di Halmahera Utara. Kehadiran program kesehatan di ring operasi menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap warga setempat.

Pendekatan yang dipakai tidak berhenti pada pemberian gizi. NHM Peduli melibatkan tenaga medis spesialis dan menindaklanjuti temuan lapangan bersama dinas kesehatan provinsi, sehingga anak dengan kelainan bawaan bisa dirujuk ke penanganan yang lebih sesuai.

Penutup: Keberhasilan 74 anak keluar dari kategori stunting menandai hasil awal intervensi gizi yang berjalan sejak April 2026. Namun 21 anak yang tersisa, terutama empat dengan penyakit bawaan dan faktor genetik, menunjukkan penanganan stunting di wilayah tambang masih butuh pendampingan jangka panjang, bukan sekadar program sekali jalan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks