KALIMANTAN BARAT — Sebuah mesin diesel Mirrlees Blackstone JS8 berkapasitas 102,4 liter berhasil dihidupkan kembali setelah puluhan tahun berkarat, dengan cara tidak biasa: ditarik memakai ratchet strap yang dililitkan ke flywheel dan disambungkan ke pickup Ford F-Series. Mesin inline-eight turbodiesel ini dikirim ke Kementerian Udara Inggris di Skotlandia tak lama setelah Perang Dunia II untuk menggerakkan generator di pangkalan RAF. Cara menghidupkannya jauh dari prosedur standar karena sistem air start bawaan mesin tak lagi mampu menghasilkan tekanan yang cukup.
Upaya menghidupkan mesin raksasa itu direkam kanal YouTube Mr Hewes, yang dikelola Joe Hewes. Ia memang biasa menyelamatkan powertrain besar dari kendaraan militer vintage, tapi JS8 ini memberi tantangan berbeda. Mesin tersebut hanya mencatat 720 jam jam kerja sebelum akhirnya mangkrak selama beberapa dekade.
Air Start Gagal karena Tekanan Kompresi Tak Cukup
JS8 semestinya dinyalakan lewat sistem air start, bukan kunci kontak biasa. Cara ini lazim dipakai mesin industri era itu karena diesel menyala lewat kompresi, bukan percikan api.
Kompresi itulah yang jadi masalah. Tekanan udara yang tersedia tidak cukup untuk memutar poros engkol mesin sebesar itu. Upaya lewat jalur konvensional pun mentok.
Hewes juga menemukan kondisi mesin yang jauh dari siap pakai. Klep-klepnya membeku, sementara ruang yang seharusnya berisi oli ternyata penuh air.
Dimensi Komponen yang Jauh di Atas Mesin Mobil Biasa
Ukuran part mesin menjelaskan mengapa butuh tenaga ekstra untuk memutarnya. J-series punya bore 9,75 inci dan langkah piston 10,5 inci.
Bandingkan dengan mesin LS keluaran GM yang jadi rujukan banyak swap di Indonesia. LS terbaru punya bore 103,25 milimeter, sekitar empat inci, dengan langkah piston tak jauh berbeda.
Mesin mobil sekelas itu bisa diputar hanya dengan starter kecil. JS8 butuh mesin yang jauh lebih besar untuk sekadar berputar.
Ratchet Strap dan Pickup Ford Jadi Jalan Keluar
Solusi yang diambil cukup sederhana secara mekanis. Ratchet strap dililitkan ke flywheel, lalu ujungnya diikat ke Ford F-Series yang langsung tancap gas.
Begitu mesin berputar, Hewes berdiri di dekatnya untuk menyetel mesin sambil terus disiram oli yang menyembur. Baginya, itu justru momen yang menyenangkan.
Output Kecil, Torsi di Putaran Rendah
Meski bervolume 102,4 liter, JS8 bukan mesin bertenaga besar. Mirrlees Blackstone J-series paling tinggi hanya menghasilkan sekitar 24 tenaga kuda per liter.
Sebagai perbandingan, Dodge Challenger Demon 170 2023 mengeluarkan 1.025 tenaga kuda dari mesin 3,0 liter, setara 341 tenaga kuda per liter.
Tapi JS8 punya keunggulan lain. Tenaga puncaknya keluar di bawah 1.000 rpm, sementara mesin Demon baru mencapai output maksimal di 6.500 rpm.
Jejak Panjang Mirrlees di Mesin Diesel Industri
Mirrlees Blackstone bukan pemain baru. Perusahaan ini spesialis mesin diesel untuk lokomotif dan keperluan industri, dan termasuk pelopor di jenis mesin tersebut.
Saat memproduksi J-series, mereka sudah menekuni bidang ini lebih dari setengah abad. Seri JS8 sendiri bagian dari lini power plant yang bisa dikonfigurasi hingga 16 silinder dengan output sampai 2.446 tenaga kuda.
Mesin ini dikirim ke Skotlandia tak lama setelah Perang Dunia II dan kemungkinan dipakai di pangkalan Royal Air Force. Usianya yang panjang plus kondisi mangkrak puluhan tahun membuat proses menghidupkannya jadi tontonan tersendiri.