PONTIANAK — Ketahanan pangan keluarga menjadi fokus utama TP PKK Kalimantan Barat dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46. Ketua TP PKK Kalbar Erlina Ria Norsan menilai keluarga adalah fondasi yang menentukan keberhasilan ketahanan pangan daerah.
Menurut Erlina, ketahanan pangan tidak sekadar soal ketersediaan bahan makanan. Ada empat aspek lain yang sama penting: keterjangkauan harga, kualitas gizi, keamanan pangan, dan kemampuan keluarga mengelola pangan secara bijak.
Lima Gerakan yang Didorong TP PKK Kalbar
Peringatan Hari Pangan Sedunia di Pontianak tidak berhenti pada upacara seremonial. TP PKK Kalbar mendorong lima gerakan konkret yang menyasar kesadaran masyarakat:
- Gerakan Pangan Murah
- Display Pangan Lokal
- Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA)
- Lomba Video Animasi Stop Boros Pangan dan Pangan B2SA
- Panen Produk Display Pangan Lokal
Kelima gerakan itu dirancang untuk mendorong kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, memanfaatkan pekarangan rumah, dan mengurangi makanan yang terbuang.
Peran Kader PKK Hingga Tingkat Keluarga
TP PKK Kalbar menempatkan kader sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat. Pendampingan dilakukan hingga ke tingkat keluarga untuk memastikan pesan ketahanan pangan sampai ke rumah tangga.
"TP PKK memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan pangan yang dimulai dari keluarga. Melalui edukasi dan pendampingan kader, kita dapat mendorong pola konsumsi sehat, pemanfaatan pekarangan, serta kecintaan terhadap pangan lokal," ujar Erlina.
Pemanfaatan pangan lokal dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Selain mendukung ketersediaan bahan makanan, langkah itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi pangan di lingkungan sekitar.
Harapan Perubahan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
Erlina berharap rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia ke-46 mampu mendorong perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Bukan hanya agenda tahunan yang selesai setelah acara.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif mewujudkan ketahanan pangan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
"Ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Mari mulai dari rumah, menggerakkan keluarga, dan menguatkan masyarakat untuk mewujudkan Kalimantan Barat yang tangguh pangan," pungkasnya.
Melalui momentum ini, TP PKK Kalimantan Barat diharapkan terus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi ketahanan pangan daerah. Pola konsumsi sehat, beragam, bergizi seimbang, dan aman menjadi target jangka panjang yang perlu dijaga konsistensinya.