Pencarian

Hotspot Karhutla Kalbar Turun jadi 419 Titik, Ketapang Justru Naik Tiga Kali Lipat

Kamis, 15 Oktober 2026 • 05:16:31 WIB
Hotspot Karhutla Kalbar Turun jadi 419 Titik, Ketapang Justru Naik Tiga Kali Lipat
Titik panas karhutla Kalbar turun menjadi 419, namun Ketapang naik lebih dari tiga kali lipat menjadi 98 titik.

PONTIANAK — Penurunan jumlah titik panas secara keseluruhan tidak serta-merta meringankan beban penanganan. Kabupaten Ketapang mencatat kenaikan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi lebih dari tiga kali lipat, dari 31 titik menjadi 98 titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel, menyebut data terbaru BMKG menunjukkan total titik panas di provinsi itu turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai sekitar 700 titik. Meski begitu, ia menilai penambahan titik di Ketapang tetap butuh penanganan intensif.

"Ketapang terdapat 98 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Angka ini naik dari kemarin yang hanya 31 titik," ujarnya dalam pemaparan perkembangan penanganan karhutla, Rabu (14/10).

Titik Api Lama di Gambut Dalam Kembali Menyala

Sebaran titik panas di Ketapang terkonsentrasi di Kecamatan Kendawangan dan Matan Hilir Selatan, antara lain di Natai Kuini, Air Besar Hulu, dan Air Besar Hitam. Menurut Novel, sebagian titik itu diduga berasal dari lokasi kebakaran sebelumnya yang kembali terbakar.

Karakter gambut yang sangat dalam membuat pemadaman terkendala. Api berpotensi bertahan di bawah permukaan dan menyala lagi meski permukaan lahan sudah disemprot.

"Ini titik hotspot lama yang naik lagi atau terbakar lagi. Salah satunya karena gambut di kita sangat dalam, sehingga pemadamannya agak terkendala. Namun, kita terus berupaya melakukan pemadaman di daerah-daerah tersebut," jelasnya.

Jarak Pandang di Ketapang Turun jadi 100 Meter

Kabut asap menghambat operasi pemadaman lewat udara. Jarak pandang di Ketapang yang sebelumnya berkisar 300–400 meter pada pagi hari, pada Rabu pagi turun menjadi sekitar 100 meter.

Kondisi itu berisiko bagi penerbangan sehingga patroli dan pemadaman udara harus menyesuaikan situasi di lapangan. Di Sambas, jarak pandang yang sempat membaik kembali menurun, berkisar dua hingga lima kilometer pada Selasa hingga Rabu.

Kendawangan Jadi Prioritas Water Bombing

BPBD Kalbar bersama satuan tugas darat dan udara mengintensifkan pemadaman di sejumlah wilayah. Kecamatan Kendawangan di Ketapang menjadi prioritas operasi helikopter water bombing.

Dua lokasi sasaran awal adalah Desa Pembedilan dan Desa Danau Buntar, berdasarkan permintaan satgas darat dan kebutuhan penanganan di lapangan. Operasi selanjutnya direncanakan menyasar Desa Natai Kuini.

Pemadaman juga menyasar kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Kawasan konservasi itu merupakan habitat orangutan yang perlu dilindungi dari ancaman kebakaran.

Di Kabupaten Mempawah, helikopter water bombing diarahkan ke Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir. Luasan kebakaran di lokasi itu tidak terlalu besar, tetapi pemadaman tetap dilakukan untuk mencegah api meluas.

13 Hektare di Kubu Raya Masih Belum Padam

Kebakaran di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, masih membutuhkan penanganan lanjutan. Dari perkiraan luas kebakaran sekitar 23 hektare, sekitar 10 hektare telah dipadamkan, menyisakan sekitar 13 hektare.

Satgas juga merencanakan penanganan di Desa Pasir, Kabupaten Mempawah, untuk mencegah api meluas di kawasan berlahan gambut.

"Sekecil apa pun hotspot, kita padamkan semaksimal mungkin," tegas Novel.

Hujan Buatan Difokuskan di Kalbar Selatan

BPBD Kalbar mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan, terutama di wilayah selatan. Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang menjadi daerah prioritas.

Penyemaian awan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan yang memungkinkan terjadinya hujan. "Untuk OMC, kami maksimalkan di wilayah selatan Kalbar, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, serta Ketapang. Pelaksanaannya tetap melihat pertumbuhan awan," kata Novel.

BMKG memperkirakan potensi hujan pada 15 dan 19 Oktober, termasuk di wilayah selatan Ketapang. Pertumbuhan awan juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalbar pada 15, 16, 17, 19, dan 20 Oktober.

Patroli udara pada Rabu direncanakan menyasar wilayah selatan dan utara Ketapang hingga Kayong Utara. Patroli dari pangkalan Pontianak diarahkan ke Kubu Raya, Landak, Bengkayang, dan Sambas, lalu kembali melalui Singkawang dan Mempawah. Seluruh rencana penerbangan menyesuaikan kondisi jarak pandang.

Novel menegaskan penurunan jumlah titik panas belum menjadi alasan menghentikan penanganan. BPBD Kalbar berharap hujan alami maupun hasil OMC segera turun agar kebakaran dapat dikendalikan dan kabut asap berkurang.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks