SINGKAWANG — Erlina Ria Norsan menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidik PAUD memerlukan dukungan kebijakan serta persetujuan dari kementerian terkait. Karena itu, tindak lanjut upaya tersebut akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Erlina juga menjabat Ketua TP PKK dan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, kualitas pendidikan PAUD tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Penguatan kompetensi guru dalam mendidik dan membentuk karakter anak harus berjalan beriringan.
"Saya akan menekankan bagaimana kita sebagai pendidik dapat memosisikan diri dengan baik. Tugas kita bukan hanya mengajarkan anak membaca dan berhitung, tetapi juga bagaimana membentuk anak-anak agar memiliki karakter yang baik," tegas Erlina.
Lima Fokus Penguatan PAUD di Kalimantan Barat
Erlina memaparkan lima fokus penguatan PAUD yang menjadi arah kerja ke depan. Pertama, penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat melalui pembiasaan positif di lingkungan satuan pendidikan. Program ini menyasar pembangunan karakter, kedisiplinan, dan pola hidup sehat sejak dini.
Kedua, peningkatan kualitas pendidik PAUD, terutama tenaga pendidik non-ASN. Penguatan kompetensi dinilai perlu agar guru mampu memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
Ketiga, penanaman karakter dan toleransi. Pendidikan usia dini disebut menjadi momentum penting untuk menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Singkawang Multikultural Jadi Ruang Belajar Toleransi
Fokus penanaman toleransi dinilai relevan dengan kondisi Kota Singkawang yang masyarakatnya multikultural. Keberagaman itu dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak untuk mengenal perbedaan sekaligus membangun sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat, penguatan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Kampanye konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Gemarikan diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat soal asupan gizi seimbang bagi pertumbuhan anak.
Kelima, pemanfaatan keberagaman sosial, budaya, dan potensi daerah sebagai sumber pembelajaran. Lingkungan sekitar dapat dipakai untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta membentuk sikap saling menghargai sejak usia dini.
Kota Maju Diukur dari Masa Depan Anak
Erlina menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik maupun daya tarik wisata. Kemampuan menyediakan masa depan yang baik bagi generasi penerus dinilai sama pentingnya.
"Bagi saya, kota yang maju bukan hanya kota yang ramai dikunjungi, tetapi juga kota yang mampu memberikan masa depan yang baik bagi anak-anak," pungkasnya.
Kegiatan Gemarikan di TKN 7 Kota Singkawang diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya konsumsi ikan dan pemenuhan gizi seimbang. Selain mendukung tumbuh kembang anak, agenda itu memperkuat peran PAUD sebagai fondasi pendidikan dan pembentukan karakter.
Dengan dukungan pendidik berkualitas, pemenuhan gizi, serta lingkungan yang toleran, generasi Kalimantan Barat diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak baik.