KETAPANG — Foto udara memperlihatkan asap membumbung tinggi dari lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). Kebakaran masih terjadi di sejumlah titik di tengah meningkatnya risiko karhutla pada puncak musim kemarau.
BPBD Kalimantan Barat bersama instansi terkait menggelar patroli udara menggunakan helikopter Bell 206L4 milik BNPB beregistrasi PK-FBI. Pemantauan difokuskan di tiga kabupaten, yakni Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang, untuk mengidentifikasi lokasi api yang masih menyala.
Hasil Patroli Udara: Api Masih Aktif di Beberapa Titik
Hasil pemantauan dari udara menunjukkan masih terdapat sejumlah lokasi karhutla yang memerlukan penanganan lanjutan. Informasi dari patroli ini menjadi dasar bagi tim gabungan untuk mengarahkan operasi pemadaman dan pendinginan secara lebih tepat sasaran.
Dengan data titik koordinat yang diperoleh, petugas di lapangan bisa bergerak lebih cepat untuk mencegah api meluas ke kawasan lain. Langkah ini dinilai krusial mengingat kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah masuk ke lapisan tanah dalam.
Imbauan untuk Masyarakat: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan sekitar. Upaya pencegahan terus diperkuat melalui patroli darat dan udara.
Kalimantan Barat saat ini tengah memasuki periode rawan karhutla. Kombinasi antara musim kemarau dan tingginya aktivitas pembukaan lahan membuat kewaspadaan harus ditingkatkan di seluruh wilayah, terutama di daerah dengan konsentrasi lahan gambut yang luas seperti Ketapang dan Kubu Raya.
Tim gabungan dari berbagai instansi masih bersiaga untuk melakukan pemadaman di titik-titik yang terpantau aktif. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran diminta waspada terhadap dampak kesehatan akibat paparan asap.