KALIMANTAN BARAT — Stok beras di gudang BULOG kini mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pelat merah ini. Kapasitas penyimpanan total yang disiapkan mencapai 6,2 juta ton dan akan terus ditambah seiring meningkatnya produksi padi nasional.
Angka itu disampaikan Direktur Utama BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani saat membuka Focus Group Discussion bersama mahasiswa se-Bandung di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat, pekan ini.
Dari sisi pengadaan, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Penyerapan ini menjadi sinyal positif bahwa peran BULOG dalam menjaga harga di tingkat petani sekaligus memperkuat stok nasional berjalan.
“Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam sambutannya.
Berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar. Capaian itu menjadi landasan bagi BULOG untuk terus memperkuat perannya sebagai instrumen negara dalam stabilisasi pangan.
Dalam kegiatan bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah”, mahasiswa diajak melihat langsung pengelolaan stok, kualitas beras, hingga infrastruktur pergudangan. BULOG ingin kampus tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem riset dan inovasi pangan.
“Mahasiswa dan kampus memiliki peran penting untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar ini melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kepedulian terhadap isu pangan,” tambah Dirut BULOG.
Untuk memperkuat rantai pasok, BULOG akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik pada tahun ini. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi dan mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.
Saat ini BULOG memiliki gudang, jaringan logistik, dan fasilitas pengolahan gabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung untuk memastikan pasokan pangan berjalan efisien dari hulu ke hilir.
Melalui kolaborasi antara negara, BULOG, petani, akademisi, dan generasi muda, swasembada pangan berkelanjutan diharapkan bukan hanya menjadi agenda pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa.