Pencarian

Bubur Pedas Sambas: Kuliner Unik yang Tak Biasa

Minggu, 08 Februari 2026 • 12:00:11 WIB
Bubur Pedas Sambas: Kuliner Unik yang Tak Biasa
Bubur Pedas Sambas, kuliner khas Kalimantan Barat dengan lebih dari 20 jenis sayuran.

Kalimantan Barat menyimpan sebuah kejutan kuliner yang sering kali mengecoh mereka yang baru pertama kali mendengarnya. Jika Anda membayangkan semangkuk bubur nasi putih lembut dengan taburan ayam dan kerupuk, maka Anda harus bersiap untuk mengubah persepsi tersebut sepenuhnya. Kenalkan, Bubur Pedas Sambas—sebuah simfoni rasa yang kompleks, menyehatkan, dan luar biasa kaya.

Meski menyandang kata "pedas", hidangan ini sebenarnya tidak selalu membakar lidah sejak suapan pertama, melainkan menawarkan sensasi hangat dan gurih yang mendalam. Hidangan ini adalah perayaan atas hasil bumi tanah Borneo, menggabungkan lebih dari 20 jenis bahan dalam satu kuali besar. Bagi masyarakat Melayu Sambas, bubur ini bukan sekadar makanan; ia adalah simbol kebersamaan dan kesehatan yang telah diwariskan melintasi generasi.


Apa Itu Bubur Pedas? Bukan Sekadar Bubur Biasa

Lupakan sejenak konsep bubur ayam atau bubur kacang hijau yang Anda kenal. Bubur Pedas Sambas—atau yang dalam bahasa lokal sering disebut Bubbor Paddas—adalah masakan yang jauh lebih rumit. Perbedaan mendasarnya terletak pada bahan baku dan tampilannya yang cenderung berwarna kecokelatan dengan tekstur yang padat oleh berbagai macam sayuran.

Keunikan utamanya terletak pada penggunaan 20 hingga 30 jenis sayuran dan pucuk daun liar. Jika bubur pada umumnya hanya menggunakan nasi sebagai bintang utamanya, pada Bubur Pedas, beras hanyalah medium pengikat. Isinya didominasi oleh kekayaan nabati yang melimpah, menjadikannya salah satu hidangan tradisional paling bergizi di Nusantara. Aromanya yang khas berasal dari beras yang disangrai bersama rempah, menciptakan sensasi smoky dan gurih yang tidak ditemukan pada jenis bubur mana pun di dunia.

Sejarah: Kuliner Melayu Sambas yang Melegenda

Secara historis, Bubur Pedas merupakan kuliner asli dari suku Melayu di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Konon, hidangan ini lahir dari kreativitas masyarakat pesisir dan pedalaman dalam memanfaatkan ketersediaan bahan pangan di sekitar mereka. Pada zaman dahulu, saat persediaan pangan menipis, masyarakat mengumpulkan berbagai jenis sayuran dan pucuk daun yang tumbuh di pekarangan maupun hutan untuk dimasak bersama sedikit beras agar semua anggota keluarga tetap kenyang dan sehat.

Seiring berjalannya waktu, resep ini mengalami penyempurnaan namun tetap mempertahankan esensinya sebagai masakan rakyat. Dari dapur-dapur rumah panggung di Sambas, resep ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru Kalimantan Barat, termasuk ke Pontianak, dan menjadi ikon kuliner provinsi tersebut. Bubur Pedas bertransformasi dari makanan "bertahan hidup" menjadi hidangan kebanggaan yang melambangkan kemakmuran hasil bumi dan kerukunan warga.


Bahan: Orkestra 20+ Bahan dalam Satu Mangkok

Membuat Bubur Pedas adalah sebuah kerja keras yang memerlukan ketelatenan dalam mempersiapkan bahan-bahannya. Komponennya terbagi menjadi tiga bagian besar:

1. Dasar Bubur

Beras Sangrai: Beras dicuci, dikeringkan, lalu disangrai bersama kelapa parut dan rempah-rempah (seperti ketumbar dan lada) hingga harum dan berwarna cokelat keemasan, kemudian ditumbuk halus.

Santan: Memberikan tekstur creamy dan rasa gurih yang mengikat semua komponen.

2. Sayuran (The Heart of the Dish)

Ini adalah bagian yang paling menakjubkan. Setidaknya ada 20 jenis sayuran yang dimasukkan, di antaranya:

Pucuk Ubi dan Daun Singkong: Memberikan warna hijau dan rasa yang kuat.

Kacang Panjang dan Terong: Untuk tekstur dan volume.

Kangkung, Pakis, dan Daun Kesum: Daun kesum adalah bahan wajib yang memberikan aroma khas keharuman hutan Borneo.

Jagung Muda, Wortel, dan Rebung: Menambah rasa manis alami dan kerenyahan.

3. Pelengkap (Topping)

Ikan Teri Goreng: Memberikan sentuhan asin dan renyah.

Kacang Tanah Goreng: Menambah gurih dan tekstur.

Bawang Goreng dan Perasan Jeruk Sambal: Sebagai penyegar di akhir penyajian.


Cita Rasa: Kompleksitas Rasa yang Menagih

Mencicipi Bubur Pedas Sambas adalah sebuah perjalanan sensorik. Suapan pertama akan memberikan rasa gurih santan yang lembut, diikuti dengan ledakan rasa dari berbagai pucuk daun yang memiliki karakter berbeda-beda—ada yang sedikit pahit, ada yang manis, dan ada yang segar.

Kata "Pedas" dalam namanya sebenarnya lebih merujuk pada penggunaan lada dan bumbu rempah pada beras sangrai, bukan melulu karena cabai. Rasa pedasnya bersifat hangat dan perlahan, yang menyatu dengan kompleksitas rasa sayuran. Ikan teri dan kacang goreng memberikan kejutan tekstur renyah di tengah kelembutan bubur. Ini adalah rasa yang sangat "ramai"—manis, asin, gurih, dan hangat rempah berpadu sempurna dalam satu mangkuk.

Waktu Penyajian: Tradisi dan Kebersamaan

Di Kalimantan Barat, Bubur Pedas bukan sekadar menu sarapan biasa. Hidangan ini memiliki nilai sosial yang tinggi dan sering muncul pada momen-momen tertentu:

Acara Adat dan Syukuran: Karena proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan banyak bahan, memasak Bubur Pedas sering dilakukan secara gotong royong oleh warga desa untuk acara pernikahan atau syukuran.

Bulan Ramadan: Bubur Pedas menjadi primadona saat berbuka puasa. Kandungan sayurannya yang melimpah dipercaya mampu memulihkan energi dan nutrisi setelah seharian berpuasa.

Akhir Pekan: Biasanya menjadi menu wajib saat keluarga besar berkumpul di hari Minggu.


Rekomendasi Tempat Makan Bubur Pedas Terbaik

Jika Anda berkunjung ke Kalimantan Barat, berikut adalah beberapa "titik koordinat" kelezatan yang tidak boleh dilewatkan:

Nama WarungLokasiEstimasi Harga
Bubur Pedas Mak ItamSambasRp 15.000 - Rp 25.000
Bubur Pedas Kak RosPontianak (Jl. Paris II)Rp 12.000 - Rp 20.000
Warung SambasPontianak (Sekitar Gajah Mada)Rp 10.000 - Rp 18.000

Catatan: Bubur Pedas Mak Itam di Sambas seringkali dianggap sebagai kiblat rasa yang paling otentik dan tradisional.


Tips Mencoba Bagi Pemula

Bagi Anda yang baru pertama kali ingin mencicipi hidangan unik ini, ada beberapa tips agar pengalaman kuliner Anda semakin berkesan:

Sesuaikan Level Pedas: Meski dasarnya sudah hangat, banyak warung menyediakan sambal terpisah. Jika Anda tidak tahan pedas, nikmatilah rasa aslinya terlebih dahulu sebelum menambah sambal.

Tambahkan Jeruk Sambal: Perasan jeruk kecil khas Kalimantan (jeruk kunci/sambal) sangat krusial untuk mengangkat aroma sayuran dan memberikan kesegaran pada kuah santannya.

Makan Saat Panas: Bubur ini paling nikmat disantap saat masih mengepul. Tekstur sayurannya akan terasa lebih pas dan aromanya akan keluar maksimal.

Coba dengan Kerupuk: Menambah kerupuk kampung akan memberikan variasi tekstur yang seru di setiap suapan.

Bubur Pedas Sambas adalah bukti nyata betapa kayanya tradisi kuliner Indonesia yang mampu menyulap kesederhanaan sayur-mayur menjadi hidangan kelas dunia yang penuh gizi. Siap untuk menjelajahi rasa tersembunyi dari Kalimantan Barat?

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks