SANGGAU — Tim yang terdiri dari Ayi Yusup Muhidin, Fachrurrozi, dan Eko Setyo Nugroho ini melakukan pengukuran menggunakan peralatan dan metode yang telah disesuaikan dengan standar penentuan arah kiblat. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi pengurus musholla dalam menata saf salat dan memastikan arah bangunan ibadah sudah tepat.
Mengapa Pengukuran Arah Kiblat Penting Dilakukan?
Kegiatan ini bukan sekadar prosedur teknis. Bagi jamaah Musholla Rahmatullah, kepastian arah kiblat berdampak langsung pada kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah. Warga setempat menyambut baik langkah Kemenag Sanggau karena dinilai memberikan ketenangan batin.
Pelaksanaan pengukuran berlangsung lancar tanpa hambatan. Dukungan penuh datang dari pengurus musholla dan masyarakat Desa Tunggal Bakti. Mereka menganggap kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan nyata pemerintah di bidang keagamaan.
Pelayanan Keagamaan yang Menyentuh Langsung Warga
Kementerian Agama Kabupaten Sanggau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat. Tujuannya memberikan kepastian arah kiblat bagi tempat ibadah umat Islam di wilayah tersebut. Dengan adanya pengukuran ini, Musholla Rahmatullah diharapkan dapat menjadi sarana ibadah yang semakin representatif.
Pengukuran arah kiblat menjadi krusial terutama bagi musholla yang baru dibangun atau mengalami renovasi. Kesalahan kecil dalam penentuan arah bisa berdampak pada sah atau tidaknya salat berjamaah. Tim BHR hadir untuk meminimalisir potensi kesalahan tersebut.
Ke depannya, Kemenag Sanggau diharapkan dapat terus melakukan kegiatan serupa di tempat ibadah lain yang membutuhkan. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan jika merasa ragu dengan arah kiblat musholla atau masjid di lingkungan mereka.