KALIMANTAN BARAT — Pada laga yang sudah kedudukan 2-0 untuk Manchester United di Selhurst Park, Beckham yang saat itu berusia 21 tahun menerima bola di area sendiri dan langsung melepaskan tembakan. Bola meluncur sejauh 57 yard dari gawang, mengecoh seluruh stadion, termasuk Sullivan yang akhirnya jatuh terkapar di gawangnya sendiri.
Kiper yang Tak Sadar Jadi Bagian Sejarah
Sullivan, yang kini berbicara secara eksklusif kepada FourFourTwo, mengaku saat itu ia hanya menganggapnya sebagai kejadian biasa dalam pertandingan. "Saya tidak mengubah posisi kaki dengan benar dan begitu dia memukul bola, saya pikir, 'Ini bakal dekat'," kenangnya.
Saat bola masuk, Sullivan hanya bisa tersenyum kecil dalam kekaguman pada keberanian Beckham. Namun, kesadaran bahwa ia telah menjadi bagian dari sejarah Premier League baru muncul keesokan paginya.
Ledakan Media Tanpa Bantuan Sosial Media
"Kami bangun keesokan harinya — jelas tidak ada media sosial saat itu. Anda mengambil koran dan beritanya ada di halaman belakang. Saya pikir, 'Wow, itu cukup spesial'," ujar Sullivan. "Anda secara tidak sengaja menjadi bagian dari sejarah Premier League."
Tanpa platform digital yang meledak seperti sekarang, liputan media cetak menjadi satu-satunya indikator betapa besarnya dampak gol tersebut. Sullivan mengaku ia mendapat cemoohan dari suporter Manchester United yang berdiri di belakang gawangnya.
Bukan Gol Terbaik yang Pernah Diterima Sullivan
Menariknya, Sullivan tidak menganggap gol Beckham sebagai yang terbaik yang pernah ia kebobolan. "Saya rasa ada gol Paolo Di Canio — tendangan gunting yang dicetak legenda West Ham melawan Wimbledon pada 2000," kata Sullivan. "Jadi, ya, senang bisa diingat untuk sesuatu, kurasa."
Gol Beckham memang melambungkan nama pemain sayap muda United itu ke level bintang global. Namun bagi Sullivan, momen itu tetap menjadi cerita unik dalam perjalanan kariernya sebagai kiper yang kebobolan dua gol paling ikonik di era Premier League.