PONTIANAK — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis prakiraan cuaca yang menyebutkan bahwa potensi hujan petir tidak hanya terjadi di kawasan hulu, tetapi juga menyasar wilayah pesisir dan ibu kota provinsi. Berdasarkan data yang dirilis, delapan daerah masuk dalam zona waspada.
Delapan Wilayah Terdampak, Dua Zona Prioritas Waspada
Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, dan Sekadau menjadi wilayah dengan tingkat kewaspadaan tertinggi. BMKG memprediksi hujan petir di tiga daerah ini berlangsung cukup panjang, sejak pagi hingga siang hari. Sementara itu, Melawi, Sanggau, dan Ketapang juga berpotensi mengalami kondisi serupa pada rentang waktu yang sama.
Di sisi lain, Kubu Raya dan Kota Pontianak diperkirakan akan diguyur hujan petir pada pagi hari. BMKG menyebut kondisi cuaca di dua wilayah ini akan berangsur membaik menjelang siang.
Kelembaban Tinggi Picu Pembentukan Awan Hujan
BMKG mencatat suhu udara di Kalimantan Barat berkisar antara 17 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembaban yang mencapai 60 hingga 100 persen dinilai menjadi faktor utama terbentuknya awan hujan di sejumlah titik. Kombinasi suhu hangat dan kelembaban tinggi ini kerap memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan lebat dan petir.
Imbauan untuk Pengendara dan Aktivitas Luar Ruangan
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Imbauan ini terutama ditujukan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan antardaerah. BMKG mengingatkan agar menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi petir dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika visibilitas terganggu akibat hujan deras.