PONTIANAK — Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Kalimantan Barat merilis angka terbaru untuk periode pembayaran 8-15 Mei 2026. Kenaikan harga ini berlaku di seluruh tingkatan umur tanaman, dengan komoditas sawit usia produktif 10-20 tahun menjadi acuan utama.
Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, harga sawit umur 3 tahun ditetapkan Rp 2.588,73 per kg. Angka itu bertahap naik seiring pertambahan usia tanaman.
Rincian Harga TBS Sawit Berdasarkan Usia Tanaman
Berikut daftar lengkap harga TBS sawit di Kalimantan Barat untuk periode II Juni 2026:
- Sawit umur 3 tahun: Rp 2.588,73/kg
- Sawit umur 4 tahun: Rp 2.780,41/kg
- Sawit umur 5 tahun: Rp 2.983,88/kg
- Sawit umur 6 tahun: Rp 3.110,56/kg
- Sawit umur 7 tahun: Rp 3.221,89/kg
- Sawit umur 8 tahun: Rp 3.312,56/kg
- Sawit umur 9 tahun: Rp 3.374,91/kg
- Sawit umur 10-20 tahun: Rp 3.446,65/kg
- Sawit umur 21 tahun: Rp 3.405,62/kg
- Sawit umur 22 tahun: Rp 3.375,17/kg
- Sawit umur 23 tahun: Rp 3.332,94/kg
- Sawit umur 24 tahun: Rp 3.240,41/kg
- Sawit umur 25 tahun: Rp 3.154,49/kg
Harga CPO dan Kernel Ikut Terangkat
Selain TBS, harga minyak sawit mentah atau CPO juga ditetapkan naik menjadi Rp 14.418,91 per kg. Sementara kernel atau inti sawit dibanderol Rp 12.974,32 per kg. Indeks K yang menjadi faktor koreksi harga ditetapkan sebesar 91,81 persen.
Kenaikan harga TBS ini menjadi kabar baik bagi petani sawit di Kalbar, terutama yang mengelola kebun usia produktif 10-20 tahun. Namun demikian, harga yang ditetapkan dinas merupakan harga acuan resmi.
Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar mengingatkan bahwa harga di tingkat lapangan bisa berbeda. Faktor kualitas buah, akses transportasi, dan mekanisme pembelian pabrik kerap memengaruhi harga riil yang diterima petani.