KALIMANTAN BARAT — Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Pemalang itu. "Benar," kata Fitroh saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/7). Namun, ia enggan merinci dugaan kasus maupun jumlah orang yang ikut diamankan dalam operasi senyap tersebut.
Anom Widiyantoro terpilih bersama wakilnya, Nurkholes, pada Pilkada serentak 2024. Keduanya diusung koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh. Masa jabatannya belum genap dua tahun ketika KPK bergerak.
Aset Mengilap: 18 Bidang Tanah hingga Harley Davidson
Berdasarkan LHKPN yang disetorkan ke KPK, total kekayaan Anom mencapai Rp22,5 miliar. Setelah dikurangi utang sebesar Rp1,2 miliar, hartanya bersih Rp21,3 miliar.
Anom tercatat memiliki 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di enam daerah: Kabupaten Pemalang, Jakarta Timur, Surabaya, Semarang, Bandung, hingga Gianyar, Bali. Total nilai aset propertinya sekitar Rp12,2 miliar.
Ia juga memiliki koleksi kendaraan bermotor mewah, mulai dari Mercedes Benz hingga Harley Davidson, dengan nilai total sekitar Rp1,1 miliar. Selain itu, terdapat harta bergerak lainnya Rp440 juta, surat berharga Rp902,2 juta, serta kas dan setara kas Rp782,2 juta. Harta lainnya tercatat senilai Rp7 miliar.
KPK Bungkam soal Modus dan Jumlah Tersangka
Fitroh belum bersedia membeberkan detail perkara yang menjerat Anom. Ia juga menolak merinci jumlah orang yang ikut ditangkap dalam OTT tersebut. "Lebih detailnya ke jubir," ujarnya singkat.
OTT KPK terhadap kepala daerah kerap berkaitan dengan suap proyek, jual beli jabatan, atau gratifikasi. Namun, KPK masih menahan informasi hingga pemeriksaan awal selesai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pemalang maupun kuasa hukum Anom. Penangkapan ini menjadi yang pertama di Jawa Tengah pada tahun 2025 setelah serangkaian OTT di daerah lain.