Pencarian

Rupiah Ditutup Menguat 0,69% ke Rp17.897 per Dolar AS, Pelaku Pasar Masih Waspadai Negosiasi Selat

Minggu, 09 Agustus 2026 • 08:17:01 WIB
Rupiah Ditutup Menguat 0,69% ke Rp17.897 per Dolar AS, Pelaku Pasar Masih Waspadai Negosiasi Selat
Petugas menunjukkan pergerakan kurs rupiah di papan elektronik bursa valas Jakarta, Jumat (9/8/2026).

KALIMANTAN BARAT — Penguatan rupiah pekan ini sejalan dengan indeks dolar AS yang melemah di pasar global. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, kurs acuan tercatat di level Rp17.913 per dolar AS atau menguat 0,80% secara mingguan dari posisi Rp18.058 per dolar AS pada pekan sebelumnya.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Sabtu (8/9/2026), menyebut pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi oleh dua variabel utama: eskalasi konflik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Meski ada harapan meredanya ketegangan, para pedagang memilih bersikap hati-hati.

Negosiasi Teknis Masih Jadi Hambatan Pemulihan Rupiah

Kesepakatan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah memang menjadi katalis utama penguatan rupiah pekan ini. Namun, Ibrahim menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum berarti pembukaan kembali selat pelayaran secara penuh.

"Negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan pengaturan keamanan yang lebih luas masih belum terselesaikan," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Ketidakpastian ini membuat laju penguatan rupiah masih terbatas. Pelaku pasar menunggu kepastian lebih lanjut sebelum berani mengambil posisi agresif, terutama menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang bisa mempengaruhi ekspektasi suku bunga global.

Sentimen Eksternal Masih Mendominasi Pergerakan Kurs

Dinamika dolar AS di pasar internasional menjadi faktor penentu berikutnya yang dicermati pelaku pasar. Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada semester kedua tahun ini sempat mendorong pelemahan dolar, yang otomatis menguntungkan mata uang emerging market termasuk rupiah.

Kendati demikian, pasar masih menunggu data ekonomi AS terbaru untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter tersebut. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih resilient, potensi penguatan rupiah lebih lanjut bisa tertahan.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Pekan Depan

Memasuki pekan depan, pergerakan rupiah diprediksi masih akan volatil. Kombinasi antara perkembangan negosiasi di Timur Tengah dan rilis data ekonomi AS akan menjadi penentu arah kurs.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat jika sentimen positif dari gencatan senjata terus berlanjut. Namun, ruang penguatan dibayangi risiko kegagalan negosiasi teknis yang bisa memicu aksi beli dolar AS secara tiba-tiba.

Untuk perdagangan Senin (10/8/2026), pasar akan mencermati pergerakan dolar Asia dan perkembangan terbaru dari kawasan Timur Tengah sebagai acuan transaksi.

Investasi mengandung risiko.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks