PONTIANAK — Bupati Kubu Raya Sujiwo resmi mendorong Open Tournament Independent Cup V liong dan Barongsai masuk dalam kalender event resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, ajang yang digelar Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) bersama Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) ini punya potensi besar sebagai penggerak ekonomi sekaligus promosi budaya.
"Harapan kami, mudah-mudahan nanti bisa masuk kalender event pemerintah provinsi," kata Sujiwo usai menghadiri pembukaan turnamen di Gaia Bumi Raya City Mall, Kubu Raya, Minggu.
Dampak Ekonomi ke Sektor Hotel dan Kuliner
Sujiwo menilai turnamen ini tidak bisa dipandang sekadar kegiatan olahraga dan hiburan. Kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri memberikan efek berantai terhadap perekonomian lokal, terutama perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM.
"Yang paling berdampak adalah di Kubu Raya. Mereka menginap di Kubu Raya, hotelnya penuh. Kalau hotelnya penuh, maka pajak hotelnya meningkat. Banyak yang kulineran, nanti pajak restorannya juga meningkat," tuturnya.
Target Perluasan Peserta Internasional
Penyelenggaraan berikutnya diharapkan memperluas keterlibatan peserta internasional. Sujiwo menyebut Thailand, Singapura, dan Malaysia menjadi prioritas undangan. Khusus Malaysia, ia berharap peserta tidak hanya datang dari Selangor dan Johor, tetapi juga Penang, Malaka, Sabah, Sarawak, hingga Kuala Lumpur.
"Semakin banyak peserta, dampaknya akan sangat dirasakan Pemerintah Provinsi Kalbar khususnya Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.
Budaya sebagai Jati Diri Bangsa
Di luar dampak ekonomi, penyelenggaraan event ini dinilai memiliki nilai penting dalam menjaga keberagaman dan keberlanjutan budaya di tengah masyarakat. Sujiwo menegaskan bahwa pengembangan kegiatan budaya ini sejalan dengan gagasan Trisakti yang menempatkan kepribadian dalam kebudayaan sebagai salah satu fondasi kehidupan berbangsa.
"Budaya itu adalah jati diri bangsa," tegasnya.
Sujiwo berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap turnamen ini terus diperkuat. Dengan begitu, penyelenggaraannya dapat berkembang lebih besar, menarik lebih banyak peserta internasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan budaya bagi Kalimantan Barat.