KALIMANTAN BARAT — BMKG memproyeksikan dinamika atmosfer sepekan ke depan masih menyimpan potensi cuaca signifikan meski pengaruh El Niño sangat kuat dan IOD positif masih mendominasi. Lembaga tersebut mengeluarkan peringatan dini yang berlaku untuk periode 26–28 Agustus 2026, mencakup potensi hujan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang di sejumlah titik.
Daftar Wilayah Berstatus Waspada Hujan Lebat
Berdasarkan rilis resmi BMKG, tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga maupun Awas (hujan ekstrem) pada hari ini, Kamis (27/8). Namun, 14 provinsi diminta mewaspadai potensi hujan dengan curah hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang masuk daftar waspada meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung. Di Pulau Jawa, status ini berlaku untuk Banten dan Jawa Barat, sementara di kawasan timur Indonesia mencakup Kalimantan Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Potensi Angin Kencang di 11 Provinsi
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi angin kencang yang berdampak pada 11 provinsi. Daftar ini mencakup Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Angin kencang ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi dan konfluensi yang terbentuk di sejumlah wilayah, terutama di sekitar Papua hingga Laut Filipina. Keberadaan Bibit Siklon Tropis 97W di Samudra Pasifik utara Papua turut memperkuat pengumpulan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Mengapa Hujan Masih Turun di Tengah El Niño Kuat?
Kondisi atmosfer sepekan ke depan diprediksi cenderung kering seiring pengaruh El Niño yang berada pada kategori sangat kuat. Prakiraan curah hujan periode Agustus III hingga September II 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan sebagian besar Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mendominasi kategori rendah.
Meski demikian, BMKG menegaskan potensi hujan dengan intensitas bervariasi tetap ada secara lokal dan sporadis. Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di sekitar Samudra Pasifik utara Papua, Maluku Utara, Laut Sulawesi, hingga pesisir utara Papua Barat Daya menjadi pemicu utama. Labilitas atmosfer yang kuat di sebagian Sumatra, Kalimantan, serta Papua bagian tengah dan pegunungan juga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Bagi pengguna aplikasi cuaca dan platform digital yang mengandalkan data prakiraan, disarankan memantau pembaruan informasi dari kanal resmi BMKG secara berkala, mengingat sifat hujan yang sporadis dan sulit diprediksi secara presisi dalam kondisi transisi El Niño.