Pencarian

Ilmuwan Temukan Kehidupan Bawah Es Antartika di 700 Danau Tersembunyi

Minggu, 25 Oktober 2026 • 15:20:31 WIB
Ilmuwan Temukan Kehidupan Bawah Es Antartika di 700 Danau Tersembunyi
Peneliti menemukan spons, anemon, dan gurita di dasar laut Antartika yang sebelumnya tertutup es setebal 150 meter.

KALIMANTAN BARAT — Peneliti berhasil menembus lapisan es Antartika dan menemukan ekosistem spons, anemon, hingga gurita di dasar laut yang sebelumnya tertutup es setebal 150 meter. Temuan dari Beting Es George VI yang terlepas Januari 2025 mengungkap biosfer yang berkembang tanpa sinar Matahari selama berabad-abad. Setidaknya 700 danau subglasial masih menyimpan kehidupan yang belum terjelajahi.

Kehidupan di bawah lapisan es Antartika ternyata jauh lebih kaya dari perkiraan sebelumnya. Saat bongkahan besar Beting Es George VI lepas dari daratan pada Januari 2025, para ilmuwan mengirim kendaraan operasi jarak jauh ke dasar laut yang selama ini tersembunyi.

Hasilnya, mereka menemukan spons, laba-laba laut, anemon, dan gurita dalam kondisi populasi yang padat. Ekosistem itu bertahan tanpa pasokan sinar Matahari selama ratusan tahun.

Mengapa Beting Es yang Lepas Jadi Peluang Langka

Peristiwa runtuhnya beting es membuka akses ke wilayah yang sebelumnya tertutup lapisan beku setebal 150 meter. Momen tersebut dimanfaatkan peneliti untuk mengambil sampel langsung dari dasar laut.

John Priscu, profesor ekologi Montana State University, menyebut temuan itu baru permulaan. "Ada biosfer belum terjelajahi di bawah sana," kata Priscu, dikutip dari BBC.

Priscu terlibat sebagai peneliti utama pada dua misi yang menembus danau bawah es dan berhasil membawa sampel kaya mikroba.

Danau Subglasial: Dunia Terisolasi Selama Ribuan Tahun

Sebagian danau di bawah es Antartika terputus dari atmosfer dan lautan selama ribuan tahun. Beberapa di antaranya bahkan diperkirakan terisolasi sejak jutaan tahun lalu.

Kondisi itu membuat organisme di dalamnya berevolusi secara mandiri, terpisah dari bagian Bumi lainnya. Mikroba mengembangkan cara bertahan yang tidak ditemukan di tempat lain.

Hingga kini, ilmuwan baru mengambil sampel dari sebagian kecil danau tersembunyi. Diperkirakan ada lebih dari 700 danau di bawah lapisan es, masing-masing berpotensi menjadi ekosistem tersendiri.

Peta Bawah Es Terungkap Berkat Radar dan Satelit

Antartika sebenarnya merupakan daratan raksasa yang tertutup air beku. Di bawahnya tersimpan lanskap beragam, mulai dari pegunungan, lembah, bukit, hingga dataran.

Keberadaan danau tersembunyi baru diketahui pada 1970-an, ketika radar udara mulai dipakai untuk mengukur ketebalan es dan memetakan lanskap di bawahnya. Pada 1990-an, satelit menambah kemampuan pengukuran yang lebih presisi.

Kombinasi data satelit, radar, dan seismik mempercepat penemuan danau baru. Puncaknya pada 1996, Danau Vostok teridentifikasi sebagai danau subglasial terbesar Antartika.

Vostok memiliki luas permukaan 16.000 kilometer persegi dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter di sejumlah titik. Danau itu tersembunyi di bawah es setebal 3.700 meter.

Vostok dan Kontroversi Sampel Rusia

Stasiun penelitian Rusia dibangun tepat di atas Danau Vostok pada 1950-an. Ilmuwan mengebor lebih dari 3,5 kilometer untuk mengambil inti es.

Lewat lubang bor yang sama, peneliti mengumpulkan sampel air danau yang membeku pada akhir 1990-an. Sampel air danau langsung baru diambil pada 2013.

Analisis mengungkap materi genetik dari lebih dari 3.500 spesies, mencakup bakteri, makhluk laut akuatik, dan jamur. Sebagian besar mirip secara genetik dengan spesies di wilayah lain Bumi.

Namun banyak peneliti meragukan hasil itu. Mereka menduga kehidupan tersebut terbawa masuk selama proses pengeboran sehingga sampel Rusia kemungkinan terkontaminasi.

Danau Whillans dan Bukti Kehidupan yang Terpisah

Proyek Amerika Serikat bernama WISSARD menawarkan pendekatan berbeda. Pada Januari 2013, tim menembus es setebal 800 meter untuk masuk ke Danau Whillans di Antartika Barat.

Analisis genetik memastikan mikroba yang ditemukan bukan akibat kontaminasi. Hasil awal menunjukkan sebagian mikroba mewakili garis keturunan yang tidak mirip dengan makhluk mana pun.

Tim tersebut kemudian membuktikan temuan itu benar-benar unik. Bakteri dan virus pemakan bakteri di Danau Whillans terputus dari belahan Bumi lain dan berevolusi secara terpisah.

Ekosistem Tanpa Fotosintesis

Yang paling mencolok, ekosistem Danau Whillans tidak bergantung pada sinar Matahari. Ini berbeda dari hampir seluruh ekosistem lain di Bumi.

Mikroba menghasilkan energi dengan mengekstrak bahan kimia, seperti hidrogen yang lepas dari batuan hancur, metana, besi, dan belerang. Proses itu dikenal sebagai kemolitoautotrofi.

Trista Vick-Majors, asisten profesor ilmu biologi Michigan Technological University, menyebut danau-danau tersebut sebagai salah satu dari sedikit tempat dengan ekosistem yang beroperasi terpisah dari energi fotosintesis.

"Danau-danau ini adalah salah satu dari sedikit tempat, mungkin satu-satunya, di mana Anda dapat menemukan ekosistem yang benar-benar beroperasi terpisah dari energi fotosintesis," ujarnya.

Dengan lebih dari 700 danau yang belum diselidiki, riset bawah es Antartika masih menyisakan ruang penemuan besar. Setiap pengeboran baru berpotensi memunculkan garis keturunan mikroba yang belum tercatat dalam sains.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks