Pencarian

Apple Patenkan Sistem Notifikasi Baru, Bisa Baca Aktivitas Pengguna Demi Kurangi Interupsi

Kamis, 13 Agustus 2026 • 01:25:31 WIB
Apple Patenkan Sistem Notifikasi Baru, Bisa Baca Aktivitas Pengguna Demi Kurangi Interupsi
Apple mengajukan paten sistem notifikasi baru yang dapat membaca aktivitas pengguna untuk mengurangi interupsi.

KALIMANTAN BARAT — Apple tengah mengembangkan mekanisme baru agar notifikasi di iPhone tidak lagi asal bunyi. Berdasarkan dokumen paten yang diajukan ke U.S. Patent and Trademark Office (USPTO) pada 5 Februari 2026 dan dipublikasikan 6 Agustus 2026, sistem ini mampu mengamati pola penggunaan perangkat untuk menentukan waktu yang tepat memberikan gangguan.

Paten yang pertama kali disorot oleh situs pelacak Patentlyze ini bekerja dengan cara memantau perilaku pengguna. Jika seseorang sedang asyik scrolling dalam waktu lama, fokus pada satu aplikasi, atau mengulang pola tertentu, perangkat akan menahan notifikasi. Sebaliknya, jika tidak ada aktivitas penting yang terdeteksi, alert akan langsung muncul seperti biasa.

Bukan Fitur Baru, tapi Penyempurnaan Dua Sistem Lama

Konsep yang dipatenkan ini sebenarnya bukan hal asing bagi pengguna iOS. Apple sudah memperkenalkan notification summaries bertenaga AI di iOS 18.1 yang meringkas tumpukan alert menjadi satu baris kalimat. Bersamaan dengan itu, hadir pula mode Reduce Interruptions yang menyaring notifikasi dianggap tidak penting.

Yang membedakan paten ini adalah kemampuannya membaca konteks aktivitas. Mode Reduce Interruptions saat ini hanya menilai isi pesan dan pengirimnya. Ia tidak tahu apakah pengguna sedang sibuk mengetik, bermain game, atau sekadar membaca artikel panjang. Paten ini menambahkan lapisan konteks tersebut, sehingga keputusan untuk menunda notifikasi menjadi lebih akurat.

Ringkasan Notifikasi Lebih Kontekstual

Bagian kedua dari paten ini berfokus pada penyempurnaan ringkasan notifikasi. Alih-alih merangkum alert yang menumpuk secara acak, sistem akan membangun ringkasan berdasarkan aktivitas pengguna yang lebih luas. Ini memungkinkan AI menunggu hingga ada cukup pola sebelum menyusun ringkasan yang akurat.

Pendekatan ini menjawab kritik yang sempat dialamatkan ke fitur ringkasan AI Apple pada Desember 2024. Saat itu, sistem menghasilkan ringkasan berita palsu yang menyesatkan karena tidak punya cukup konteks. Dengan mekanisme baru ini, risiko kesalahan serupa bisa ditekan sejak awal.

Nasib Paten Masih Menggantung

Perlu dicatat, tidak semua paten Apple berakhir menjadi fitur yang dirilis ke publik. Status aplikasi ini masih dalam tahap pemeriksaan dan bisa saja dipersempit atau ditolak oleh USPTO. Namun, karena topiknya nyambung dengan fitur yang sudah berjalan di iOS, paten ini dinilai lebih realistis dibanding sekadar eksperimen belaka.

Jika terealisasi, sistem ini akan membuat iPhone jauh lebih pintar dalam memahami kapan pengguna layak diganggu. Untuk pengguna yang sering terganggu notifikasi saat bekerja atau bermain, fitur ini berpotensi menjadi alasan kuat untuk upgrade ke versi iOS terbaru di masa mendatang.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks