KALIMANTAN BARAT — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi menjadikan tradisi Nganggung sebagai produk wisata budaya. Langkah ini diambil untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi warga di Bumi Serumpun Sebalai.
"Kita terus melestarikan tradisi nenek moyang untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata," ujar Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Babel, Agus Suryadi, mewakili Gubernur Hidayat Arsani saat menghadiri Festival Nganggung 1.000 Dulang di Kelurahan Tua Tunu, Pangkalpinang, Selasa.
Bukan Sekadar Makan Bersama, Ini Filosofi Gotong Royong
Festival yang digelar dalam rangka Maulid Nabi ini menampilkan seribu dulang berisi aneka makanan dan buah-buahan. Setiap rumah berkontribusi membawa hidangan untuk kemudian disajikan dan dinikmati bersama-sama di masjid.
Agus menegaskan tradisi ini adalah cerminan jati diri masyarakat Babel yang menjunjung tinggi gotong royong dan kebersamaan. "Tradisi membawa dulang dan menikmati hidangan bersama telah diwariskan oleh para leluhur sebagai simbol persatuan tanpa membedakan status sosial, usia dan latar belakang masyarakat," jelasnya.
Lebih dalam lagi, Nganggung membawa pesan kuat tentang kebersamaan. "Tradisi ini membawa pesan bahwa kita tidak bisa melakukan sebuah pekerjaan secara sendiri-sendiri tetapi dilakukan secara bersama-sama di tengah keberagaman masyarakat," tambah Agus.
Daya Tarik Wisata Budaya untuk Generasi Muda
Pemprov Babel menyadari bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga ritualnya. Dikemas sebagai festival yang menarik, Nganggung diharapkan mampu menjadi identitas budaya sekaligus daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pangkalpinang.
"Tradisi yang dikemas secara menarik tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung dan berwisata ke Bumi Serumpun Sebalai ini," kata Agus.
Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang telah menggelar acara ini. Keterlibatan mereka dinilai krusial agar kebudayaan Nganggung tetap dikenal, terutama oleh generasi muda di tengah arus modernisasi.
Yang Perlu Diketahui Wisatawan
Bagi traveler yang tertarik menyaksikan tradisi ini, Festival Nganggung biasanya digelar di Kelurahan Tua Tunu, Kota Pangkalpinang, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk melihat langsung ratusan warga berjalan bersama membawa dulang ke masjid.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pasti dan rangkaian acara festival dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang atau akun media sosial resmi Pemkot Pangkalpinang.
Berkunjung ke Pangkalpinang saat festival berlangsung memberi pengalaman berbeda: menyaksikan langsung bagaimana sebuah tradisi turun-temurun dijaga, dirayakan, dan diubah menjadi daya tarik wisata yang hidup di tengah masyarakatnya.