PONTIANAK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru dari BMKG Supadio Pontianak per Sabtu malam (14/2/2026), terdeteksi sebanyak 131 titik panas (hotspot) yang tersebar di delapan wilayah kabupaten/kota.
Dari total temuan tersebut, Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, mencakup lebih dari separuh total hotspot di seluruh provinsi.
Sebaran Titik Panas (Hotspot) di Kalbar
Data yang diambil hingga pukul 23.00 WIB ini mengelompokkan titik panas berdasarkan tingkat kepercayaan (confidence level) satelit terhadap potensi kebakaran di lapangan.
| Kabupaten / Kota | Rendah | Menengah | Tinggi | Total |
|---|---|---|---|---|
| Kubu Raya | 7 | 69 | 1 | 77 |
| Bengkayang | 1 | 13 | 0 | 14 |
| Mempawah | 0 | 13 | 0 | 13 |
| Sambas | 1 | 10 | 1 | 12 |
| Landak | 0 | 6 | 0 | 6 |
| Ketapang | 1 | 4 | 0 | 5 |
| Kayong Utara | 1 | 2 | 0 | 3 |
| Singkawang | 0 | 1 | 0 | 1 |
| TOTAL KESELURUHAN | 11 | 118 | 2 | 131 |
BMKG Supadio menggunakan teknologi sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang pada satelit Polar (NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA). Sistem ini bekerja dengan mendeteksi anomali suhu panas yang signifikan dibandingkan dengan area di sekitarnya.
Catatan Teknis: Observasi dilakukan secara berkala pada siang dan malam hari. Namun, perlu dicatat bahwa titik panas pada wilayah yang tertutup awan tebal (blank zone) tidak dapat terdeteksi oleh sensor satelit.
Dominasi tingkat kepercayaan Menengah (118 titik) menunjukkan adanya indikasi kuat aktivitas pembakaran atau suhu permukaan yang sangat tinggi yang memerlukan pengawasan ketat dari satgas karhutla setempat. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah gambut seperti Kubu Raya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.