Pencarian

Kabut Asap Karhutla Kubu Raya Mulai Gerus Omzet UMKM, Pemuda Muhammadiyah Bagikan Masker di Sungai Raya

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 16:47:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Kubu Raya Mulai Gerus Omzet UMKM, Pemuda Muhammadiyah Bagikan Masker di Sungai Raya
Warga menerima masker dari Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya di Jalan Angkasa Pura, Sungai Raya, Kamis (13/8/2026).

KUBU RAYA — Kualitas udara yang memburuk akibat karhutla tak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga mulai menggerus pendapatan harian pelaku UMKM di Kabupaten Kubu Raya. Ketika kabut semakin pekat, mobilitas masyarakat menurun dan transaksi di lapak-lapak terbuka ikut lesu.

Kondisi itu mendorong Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya turun ke lapangan. Mereka membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di Jalan Angkasa Pura, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (13/8/2026). Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik ramai aktivitas jual-beli dan tempat berkumpulnya anak-anak.

UMKM Lapak Terbuka Paling Rentan Terdampak Karhutla

Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Fazar Mu'arif, menegaskan bahwa persoalan karhutla tidak bisa hanya dilihat dari sisi kesehatan. Menurutnya, ada dimensi ekonomi yang ikut terpukul, terutama bagi pedagang yang mengandalkan pembeli datang langsung.

"Kabut tidak hanya merusak kesehatan, juga merusak ekonomi UMKM. Ketika kabut semakin pekat, masyarakat tentu akan mengurangi aktivitas di luar rumah. Ini bisa berdampak pada pelaku UMKM yang mengandalkan pembeli secara langsung," ujar Fazar dalam kegiatan tersebut.

Para pedagang yang berjualan di ruang terbuka menjadi kelompok paling rentan. Di satu sisi, jumlah pembeli berpotensi menurun drastis. Di sisi lain, mereka tetap harus mengeluarkan biaya operasional harian untuk mempertahankan usahanya.

Masker Hanya Solusi Sementara, Pencegahan Karhutla Kunci Utama

Fazar mengakui pembagian masker hanyalah langkah perlindungan jangka pendek. Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan upaya menyeluruh yang berfokus pada pencegahan dan pemadaman sejak dini, bukan sekadar menangani dampaknya.

"Yang kita lakukan hari ini memang sederhana, yaitu membagikan masker. Tetapi harapannya ini menjadi bentuk kepedulian dan pengingat bahwa ada persoalan yang lebih besar yang harus kita hadapi bersama," tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara menunjukkan penurunan. Namun, ia menekankan bahwa perlindungan diri tidak cukup tanpa kolaborasi semua pihak dalam mencegah kebakaran.

Dampak Karhutla Tak Bisa Dihitung dari Luas Lahan Terbakar Saja

Fazar mengingatkan bahwa kerugian akibat karhutla memiliki spektrum yang luas. Ketika asap menyebar, dampaknya dirasakan lintas sektor—mulai dari kesehatan, pendidikan, mobilitas, hingga keberlangsungan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

"Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh mereka yang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi sehari-hari," pungkasnya.

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya berharap pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam pencegahan karhutla. Menurut mereka, penanganan yang reaktif tidak akan pernah cukup selama titik api masih mudah muncul di musim kemarau.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suaranusantara.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks