KALIMANTAN BARAT — Ambisi BYD untuk menjadi penguasa pasar otomotif dunia bukan sekadar wacana. Dalam rapat pemegang saham tahunan di markas Shenzhen, Selasa (9/6), Wang Chuanfu secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan asal China itu akan mencapai skala produksi terbesar di dunia dalam waktu setengah dekade. Target ini disampaikan langsung di hadapan hampir seribu pemegang saham, seperti dikutip dari Shanghai Securities News.
"BYD akan benar-benar menjadi pabrikan mobil nomor satu secara global dalam hal skala dalam lima tahun," ujar Wang, menekankan kekuatan ekspor dan terobosan teknologi sebagai motor pertumbuhan. Laporan ini dikonfirmasi oleh salah satu peserta rapat.
Baterai Blade Generasi Kedua Jadi Andalan
Wang mengidentifikasi baterai Blade Generasi Kedua sebagai faktor krusial yang menentukan laju ekspansi BYD tahun ini. Teknologi pengisian cepat dan peningkatan kepadatan energi pada baterai anyar ini diyakini bakal mendorong permintaan, baik di pasar domestik China yang superkompetitif maupun di luar negeri.
Fokus pada produksi massal komponen ini menjadi prioritas untuk memecahkan hambatan pertumbuhan yang tengah dihadapi. Langkah ini juga menjadi jawaban atas perlambatan penjualan domestik akibat perang harga sengit dengan pabrikan lokal lain sepanjang tahun lalu.
Peringkat Global dan Tekanan Investor
Saat ini, BYD bertengger di peringkat keenam global pada 2025 dengan total penjualan 4,6 juta unit kendaraan. Angka tersebut masih jauh di bawah Toyota yang konsisten memimpin. Namun, ekspansi agresif BYD dalam beberapa tahun terakhir memang tak terbantahkan.
Di balik optimisme itu, tekanan investor nyata terasa. Saham BYD yang tercatat di Hong Kong ambles lebih dari 45 persen dari level tertingginya dalam setahun terakhir. Sementara itu, saham di Shenzhen juga terkoreksi 33 persen. Pasar mempertanyakan kemampuan BYD mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan yang kian ketat.
Realistiskah Target Mengalahkan Toyota?
Pertanyaan besarnya, bisakah BYD benar-benar menyalip Toyota? Di satu sisi, BYD menunjukkan pertumbuhan fenomenal dengan jajaran produk elektrifikasi yang solid. Namun, Toyota bukan lawan sembarangan. Raksasa Jepang itu memiliki jaringan produksi global, loyalitas merek, dan rantai pasok yang sudah teruji puluhan tahun.
Pernyataan Wang ini lebih dari sekadar target angka. Ini adalah sinyal bahwa BYD siap bermain di level tertinggi, tidak lagi sekadar pemain regional. Pertarungan memperebutkan takhta pabrikan mobil terbesar dunia resmi dimulai.